Indonesia
adalah salah satu negara kepulauan yang menyimpan banyak sekali budaya yang
dimiliki tiap daerah yang bernuansa ciri khas dari masing-masing daerah
tersebut. Dari Sabang sampai Merauke memiliki daerah yang unik dan berciri khas
yang menjadikan kebanggakan masing-masing dalam satu tanah air Indonesia.Hal
ini menjadikan Indonesia mempunyai potensi pariwisata yang menarik dari setiap
daera-daerah Indonesia yang beragam. Sumber Daya Alam yang dimiliki sangat
indah dan melimpah.Salah satunya adalah daerah wisata yang terdapat di daerah
Purwokerto Kabupaten Banyumas yaitu Baturaden.
Baturraden
berasal dari dua kata yaitu “Batur” yang dalam Bahasa Jawa berarti pembantu,
teman, atau bukit dan “Raden” yang dalam Bahasa Jawa berarti Bangsawan. Dilihat
dari susunan kata-katanya, maka Baturraden terdiri dari kata :
a. Batur-Radin,
yangartinya tanah datar
b. Batur-adi,yang
artinya tanah yang indah
Dua
macam nama tersebut bukan sesuatu nama yang berdiri sendiri tanpa ada kaitannya
dengan wilayah lain sepanjang lereng Gunung Slamet dari arah barat ke timur
sampai Dieng plateau (daratan tinggi Dieng). Disekitar Baturraden juga terdapat
beberapa nama yang diawali dengan kata “Batur” seperti Batur Agung, Batur
Golek, Batur Sengkala, Batur Macan dll.
Versi
Kadipaten Kutilaman
Pada
Ratusan tahun silam konon terdapat sebuah Kadipaten ‘KUTALIMAN’ yang terletak
10 km disebelah Barat Baturraden. Adipatinya mempunyai beberapa anak perempuan
dan seorang ‘gamel’ (pembantu yang menjaga kuda). Salah satu anak perempuannya
jatuh cinta dengan gamel. Cinta mereka dilakukan secara sembunyi-sembuyi.
Sesudah mendengar berita, bahwa anak perempuannya jatuh cinta dengan
pembantunya, sang Adipati marah dan mengusir gamel dan anak perempuannya dari
rumah. Diperjalanan dia melahirkan bayi didekat sungai, kemudian mereka
menamakannya sungai ‘Kaliputra’. (Kali berarti Sungai dan Putra berarti anak
laki-laki). Letaknya kira-kira tiga kilometer sebelah utara Kutaliman. Akhirnya
mereka menemukan tempat yang indah dan memutuskan untuk tinggal di tempat yang
sekarang dikenal dengan nama ‘Baturraden’. Berdasarkan versi pertama tersebut
nama Baturaden seharusnya ditulis dengan dua ‘R’ karena versi tersebut berasal
dari kata ‘Batur’ dan ‘Raden’ menjadi ‘BATURRADEN’
Udara
di Baturraden sangat sejuk, panorama alam pegunungannya yang Indah terdapat
disana. Banyaknya objek wisata menarik seperti Taman Botani yang memiliki
beragam tanaman dan bunga langka,curug gede, pemandian air panan pancuran pitu,
pancuran telu dan kolam sumber air murni Telaga Sunyi juga menjadi objek wisata
yang menarik untuk dikunjungi.
Lokasi dari Baturraden itu sendiri
sangat strategis, berada tidak jauh dari pusat kota dan mudah dijangkau oleh
transportasi. Dari pusat kota Purwokerto menuju ke lokasi baturadden terdapat
pemandangan yang cukup menarik. Ciri khas dari Baturraden adalah Pancuran Pitu
yang menjadi objek favorit para pengunjung/wisatawan yang datang mengunjungi
Baturraden. Pancuran pitu adalah tempat dimana terdapat tujuh pancuran yang
konon airnya bisa menyembuhkan penyakit seperti penyakit kulit. Objek wisata
Pancuran Pitu ini memiliki fungsi ganda selain untuk rekreasi bisa juga untuk
media pengobatan yang sangat berfungsi dan dibutuhkan untuk orang-orang yang mempunyai
penyakit khususnya penyakit kulit.
Dengan didirikannya objek wisata
Baturraden, sangat menguntungkan baik untuk pemerintahan Kabupaten Banyumas,
warga sekitar dan orang-orang yang memiliki usaha disekitar objek wisata
Baturraden.
Semakin berkembangnya jaman justru
di Indonesia semakin banyak tercetak angka pengangguran dan minimnya lapangan
pekerjaan. Dengan di bukanya objek wisata Baturraden, warga sekitar memperoleh
banyak sekali keuntungan seperti mendapatkannya lapangan pekerjaan sebagai
karyawan pengurus objek wisata, lahan parkir, pengusaha yang bisa berjualan
disekitar objek wisata dan bisnis penginapan yang sekarang ini sangat banyak
dibutuhkan dan diminati para wisatawan yang berkunjung ke Baturraden. Dari
Kepariwisataan Baturraden itu sendiri mendapatkan bantuan banyak dari masyarakat
sekitar yang ikut menjaga kelestarian Baturraden, dengan bantuan masyarakat
sekitar pula Baturraden bisa berdiri sampai sekarang dengan ijin dari
masyarakat sekitar baik hal yang menyangkut kebersihan, keamanan, dan gangguan2
yang telah mendapat ijin gangguan yang mungkin bisa mengganggu masyarakat
sekitar tapi sejauh ini belum pernah terdapat masalah yang fatal. Jadi, didirikannya objek
wisata Baturraden sangat menguntungkan warga sekitar begitu juga sebaliknya.
Adapun dampak dari didirikannya
Baturraden yaitu menambah pendapatan pemerintah Kabupaten Banyumas, memberikan
lapangan pekerjaan dan peluang bisnis yang besar bagi masyarakat sekitar,
selain itu juga dengan didirikannya Baturaden, maka bisa mengenalkan budaya Banyumas
kepada masyarakat luar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar