Rabu, 09 Januari 2013

Pengertian Stratifikasi Sosial


Dalam masyarakat di mana kamu tinggal, kamu dapat menjumpai orang-orang yang termasuk golongan kaya, sedang, dan miskin. Penggolongan tersebut menunjukkan bahwa di dalam masyarakat terdapat tingkatan-tingkatan yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.
Dalam sosiologi, pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkatan-tingkatan tertentu itu disebut dengan stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial secara umum dapat diartikan sebagai pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara vertikal. Stratifikasi sosial merupakan gejal sosial yang sifatnya umum pada setiap masyarakat. Bahkan pada zaman Yunani Kuno, Aristoteles (384–322 SM) telah menyatakan bahwa di dalam tiap-tiap negara selalu terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Setelah kamu memahami pengertian stratifikasi sosial secara umum, kini cobalah untuk menyimak pendapat beberapa ahli tentang stratifikasi sosial.
a. Pitirim A. Sorokin
Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat. Setiap lapisan itu disebut dengan strata sosial. Ditambahkan bahwa stratifikasi sosial merupakan ciri yang tetap pada setiap kelompok sosial yang teratur. Lapisanlapisan di dalam masyarakat memang tidak jelas batasbatasnya, tetapi tampak bahwa setiap lapisan akan terdiri atas individu-individu yang mempunyai tingkatan atau strata sosial yang secara relatif adalah sama.
b. P.J. Bouman
Stratifikasi sosial adalah golongan manusia dengan ditandai suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa yang tertentu dan karena itu menuntut gengsi kemasyarakatan.
c. Soerjono Soekanto
Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal.
d. Bruce J. Cohen
Stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
e. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
Stratifikasi sosial adalah sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.

Sejarah dan Sosiologi (max weber)



Awalnya Weber adalah mahasiswa hukum dan karier awalnya didominasi oleh bidang sejarah. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya ia lebih mendekatkan diri kepada bidang sosiologi pada tahun 1909. pada tahun ini Weber menulis karya besarnya, yaitu ‘Economy and Society’. Disini, Weber cenderung tidak menekankan isu-isu metodologis. Weberpun tidak memerhatikan metodologi yang dipahami sebagai buku petunjuk tentang praktik yang tepat (dipaparkan oleh Lassman dan Velody).
Weber mengemukakan perbedaan antara sejarah dengan sosiologi. Menurutnya, sosilogi berusaha merumuskan konsep tipe dan keseragaman umum proses-proses empiris. Berbeda dnegan sejarah, yang berorientasi pada analisis kausal dan penjelasan atas tindakan, struktur dan kepribadian individu yang memiliki signifikansi cultural. Dalam karya-karyanya Weber mengombinasi keduanya. Dengan kata lain, kita dapat memandang Weber sebagai sosiolog historis. Pemikiran Weber tentang sosiologi dibangun oleh serangkaian debat intelektual. Perdebatan ini berlangsung antara kubu positivis yang memandang sejarah tersusun berdasarkan hukum-hukum umum(nomotetik) dengan kubu subjektivis yang menciutkan sejarah menjadi sekedar tindakan dan peristiwa idiosinkratis (idiografis).
Weber merupakan generasi pertama ilmuwan yang memiliki data yang dapat diandalkan tentang fenomena sejarah dari berbagai belahan dunia. Meskipun membawanya pada sejumlah pandangan penting, hal ini pun menciptakan masalah serius dalam memahami karyanya. Seringkali ia terlibat begitu mendalam pada detail histories sehingga alas an dasarnya dalam melakukan studi sejarah jadi tidak kelihatan.
Weber percaya bahwa sejarah terdiri dari bentangan fenomena spesifik yang tiada habisnya. Tugas sosiologi adalah mengembangkan konsep-konsep ini, yang digunakan sejarah dalam analisis kausal tentang fenomena histories spesifik. Weber berusaha mengombinasikan yang spesifik dan yang umum dalam upayanya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat kehidupan sosial yang begitu kompleks.

Selasa, 08 Januari 2013

sosiologi pariwisata : hubungan timbal balik pada ojek wisata BATURRADEN dengan masyarakat sekitar


Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang menyimpan banyak sekali budaya yang dimiliki tiap daerah yang bernuansa ciri khas dari masing-masing daerah tersebut. Dari Sabang sampai Merauke memiliki daerah yang unik dan berciri khas yang menjadikan kebanggakan masing-masing dalam satu tanah air Indonesia.Hal ini menjadikan Indonesia mempunyai potensi pariwisata yang menarik dari setiap daera-daerah Indonesia yang beragam. Sumber Daya Alam yang dimiliki sangat indah dan melimpah.Salah satunya adalah daerah wisata yang terdapat di daerah Purwokerto Kabupaten Banyumas yaitu Baturaden.
Baturraden berasal dari dua kata yaitu “Batur” yang dalam Bahasa Jawa berarti pembantu, teman, atau bukit dan “Raden” yang dalam Bahasa Jawa berarti Bangsawan. Dilihat dari susunan kata-katanya, maka Baturraden terdiri dari kata :
a.       Batur-Radin, yangartinya tanah datar
b.      Batur-adi,yang artinya tanah yang indah
Dua macam nama tersebut bukan sesuatu nama yang berdiri sendiri tanpa ada kaitannya dengan wilayah lain sepanjang lereng Gunung Slamet dari arah barat ke timur sampai Dieng plateau (daratan tinggi Dieng). Disekitar Baturraden juga terdapat beberapa nama yang diawali dengan kata “Batur” seperti Batur Agung, Batur Golek, Batur Sengkala, Batur Macan dll.


Versi Kadipaten Kutilaman
Pada Ratusan tahun silam konon terdapat sebuah Kadipaten ‘KUTALIMAN’ yang terletak 10 km disebelah Barat Baturraden. Adipatinya mempunyai beberapa anak perempuan dan seorang ‘gamel’ (pembantu yang menjaga kuda). Salah satu anak perempuannya jatuh cinta dengan gamel. Cinta mereka dilakukan secara sembunyi-sembuyi. Sesudah mendengar berita, bahwa anak perempuannya jatuh cinta dengan pembantunya, sang Adipati marah dan mengusir gamel dan anak perempuannya dari rumah. Diperjalanan dia melahirkan bayi didekat sungai, kemudian mereka menamakannya sungai ‘Kaliputra’. (Kali berarti Sungai dan Putra berarti anak laki-laki). Letaknya kira-kira tiga kilometer sebelah utara Kutaliman. Akhirnya mereka menemukan tempat yang indah dan memutuskan untuk tinggal di tempat yang sekarang dikenal dengan nama ‘Baturraden’. Berdasarkan versi pertama tersebut nama Baturaden seharusnya ditulis dengan dua ‘R’ karena versi tersebut berasal dari kata ‘Batur’ dan ‘Raden’ menjadi ‘BATURRADEN’
Udara di Baturraden sangat sejuk, panorama alam pegunungannya yang Indah terdapat disana. Banyaknya objek wisata menarik seperti Taman Botani yang memiliki beragam tanaman dan bunga langka,curug gede, pemandian air panan pancuran pitu, pancuran telu dan kolam sumber air murni Telaga Sunyi juga menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Lokasi dari Baturraden itu sendiri sangat strategis, berada tidak jauh dari pusat kota dan mudah dijangkau oleh transportasi. Dari pusat kota Purwokerto menuju ke lokasi baturadden terdapat pemandangan yang cukup menarik. Ciri khas dari Baturraden adalah Pancuran Pitu yang menjadi objek favorit para pengunjung/wisatawan yang datang mengunjungi Baturraden. Pancuran pitu adalah tempat dimana terdapat tujuh pancuran yang konon airnya bisa menyembuhkan penyakit seperti penyakit kulit. Objek wisata Pancuran Pitu ini memiliki fungsi ganda selain untuk rekreasi bisa juga untuk media pengobatan yang sangat berfungsi dan dibutuhkan untuk orang-orang yang mempunyai penyakit khususnya penyakit kulit.
Dengan didirikannya objek wisata Baturraden, sangat menguntungkan baik untuk pemerintahan Kabupaten Banyumas, warga sekitar dan orang-orang yang memiliki usaha disekitar objek wisata Baturraden.
Semakin berkembangnya jaman justru di Indonesia semakin banyak tercetak angka pengangguran dan minimnya lapangan pekerjaan. Dengan di bukanya objek wisata Baturraden, warga sekitar memperoleh banyak sekali keuntungan seperti mendapatkannya lapangan pekerjaan sebagai karyawan pengurus objek wisata, lahan parkir, pengusaha yang bisa berjualan disekitar objek wisata dan bisnis penginapan yang sekarang ini sangat banyak dibutuhkan dan diminati para wisatawan yang berkunjung ke Baturraden. Dari Kepariwisataan Baturraden itu sendiri mendapatkan bantuan banyak dari masyarakat sekitar yang ikut menjaga kelestarian Baturraden, dengan bantuan masyarakat sekitar pula Baturraden bisa berdiri sampai sekarang dengan ijin dari masyarakat sekitar baik hal yang menyangkut kebersihan, keamanan, dan gangguan2 yang telah mendapat ijin gangguan yang mungkin bisa mengganggu masyarakat sekitar tapi sejauh ini belum pernah terdapat  masalah yang fatal. Jadi, didirikannya objek wisata Baturraden sangat menguntungkan warga sekitar begitu juga sebaliknya.
Adapun dampak dari didirikannya Baturraden yaitu menambah pendapatan pemerintah Kabupaten Banyumas, memberikan lapangan pekerjaan dan peluang bisnis yang besar bagi masyarakat sekitar, selain itu juga dengan didirikannya Baturaden, maka bisa mengenalkan budaya Banyumas kepada masyarakat luar.

Gesellschaft dan Gemeinschaft


Patembayan atau gesellschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek. Ciri-ciri kelompok patembayan :
  • hubungan antaranggota bersifat formal
  • memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal
  • memperhitungkan nilai guna (utilitarian)
  • lebih didasarkan pada kenyataan sosial
Contoh: ikatan antara pedagang, organiasi dalam suatu pabrik atau industri.
Paguyuban atau gemeinschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Ciri-ciri kelompok paguyuban :
  • Terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota
  • Hubungan antar anggota bersifat informal
Tipe paguyuban
  • Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood)
Kelompok genealogis adalah kelompok yang terbentuk berdasarkan hubungan sedarah. Kelompok genealogis memiliki tingkat solidaritas yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan nenek moyang.
Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan.
  • Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place)
Komunitas adalah kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan lokalitas. Contoh: Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk RT(Rukun Tetangga), dan selanjutnya sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW (Rukun Warga).
Contoh: Rukun Tetangga, Rukun Warga.
  • Paguyuban karena ideologi (gemeinschaft of mind)
Contoh: partai politik berdasarkan agama


TEORI EMILE DURKHEIM MENYANGKUT AGAMA


Teori Durkheim
Persoalan yang dikemukakan Durkheim melihat “sesuatu yang selalu hadir dimana bentuk-bentuk pemikiran dan praktek keagamaan yang paling esensial bergantung”, dan untuk melakukan hal ini dia merasa perlu mengkaji agama dalam “bentuknya yang paling primitive dan sederhana”, mencoba membahas sifatnya dan mengkaji asal-usulnya. Alasan Durkheim untuk memilih suatu system religi dalam masyarakat yang paling sederhana adalah agar ia lebih mudah meneliti unsure-unsur elementer dan konsep-konsep asasi dari religi itu, tanpa tergantung oleh konsep-konsep,mite-mite,dan keyakinan-keyakinan kompleks yang kemudian ditambahkan kepada konsep-konsep asasi itu oleh para pemuka agama, atau penganut-penganut lain dalam religi yang bersangkutan.
Bagi orang yang memandang agama hanya sebagai perwujudan aktivitas alamiah manusia, maka semua agama jadinya bersifat instruktif tanpa terkecuali: Masing-masing dengan caranya sendiri mengekspresikan nmanusia dan oleh karena itu mendapatkan pemahaman yang lebih baik menyangkut aspek alamiah kita. Disamping itu, kita telah melihat bahwa preferensi untuk mengkaji agama dikalangan masyarakat paling beradab (most civilized peoples) ternyata masih belum bias dikatakan sebagai metode terbaik.
Satu konsep yang biasanya dipandang menjadi karakteristik dari segala sesuatu yang religious adalah konsep supernatural. Yang supernatural adalah tatanan hal-ihwal yang berada diluar kemampuan pemahaman kita;yang supernatural adalah dunia misteri,yang tidak bias diketahui atau yang tidak bias ditangkap akal dan diserap indera. Maka agama menjadi semacam spekulasi terhadap segala sesuatu yang ada duluar sains atau akal sehat pada umumnya.
Definisi agama menurut Durkheim adalah suatu "sistem kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal." Dari definisi ini ada dua unsur yang penting, yang menjadi syarat sesuatu dapat disebut agama, yaitu "sifat kudus" dari agama dan "praktek-praktek ritual" dari agama. Agama tidak harus melibatkan adanya konsep mengenai suatu mahluk supranatural, tetapi agama tidak dapat melepaskan kedua unsur di atas, karena ia akan menjadi bukan agama lagi, ketika salah satu unsur tersebut terlepas. Di sini dapat kita lihat bahwa sesuatu itu disebut agama bukan dilihat dari substansi isinya tetapi dari bentuknya, yang melibatkan dua ciri tadi. Kita juga akan melihat nanti bahwa menurut Durkheim agama selalu memiliki hubungan dengan masyarakatnya, dan memiliki sifat yang historis.
Menurut Spencer, agama yang ajaran-ajarannya kadang saling berlawanan,diam-diam sepakat bahwa dunia dengan segala isi yang melingkupnya adalah sebuah misteri yang membutuhkan penjelasan;Spencer mengatakan pada dasarnya berisi “keyakinan akan adanya sesuatu yang maha kekalm yang berada duluar intelek.” Begitu juga dengan Max Muller,dia melihat seluruh agama sebagai “usaha untuk memahami apa-apa yang tak dapat dipahami dan untuk mengungkapkan apa yang tak dapat diungkapkan,sebuah keinginan kepada sesuatu yang tidak terbatas.”

Rabu, 12 Desember 2012

Max Weber Teori Sosiologi Klasik



Konteks Sosial Dan Intelektual Pemikiran Max Weber
Max weber lahir di Erfurt, Jerman pada tanggal 21 april 1864, beliau lahir dari kalangan keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah seorang birokrat yang menduduki kursi politik yang relatif penting dan bisa dikatakan ayahnya juga adalah seorang penikmat duniawi, seorang yang gila akan kerja. Berlawanan sekali dengan ibu Weber, dia seorang calvinis yang sangat religius, yang berusaha untuk tidak banyak terlibat dalam kehidupan duniawi. Sungguh sangat berbeda sekali kedua orang tua Max Weber, sehingga perbedaan tajam ini berdampak besar pada orientasi intelektual dan perkembangan psikologis Max Weber. Sering kali dia mengalami pengaruh psikis yang negatif karena berkeinginan untuk mendamaikan kedua orang tuanya.
Pada umur 18 tahun Max Weber belajar di Universitas Heidelberg, dia awalnya malu-malu karena masalah derajat sosial, namun karena tertarik dengan gaya hidup ayahnya dia dengan cepat berubah dan bergabung dengan organisasi kepemudaan yang dulu pernah dijalani oleh ayahnya pada waktu muda.
Pada tahun 1884 Max Weber meninggalkan Heilderberg untuk balik ke Berlin menjalani wajib militer dan setelah sekitar delapan tahun dia kuliah di Universitas Berlin untuk mendapatkan gelar doktor, setelah dia lulus dia mendapatkan karir menjadi pengacara dan pengajar, yang berminat pada persoalan ekonomi, sejarah, dan sosiologi.
Pada tahun 1896 Max Weber menjadi Profesor ekonomi di Heilderberg namun ketika karirnya lagi berkembang pada tahun 1897 ayahnya meninggal sehingga selama enam atau tujuh tahunan Weber mengalami penurunan mental yang berpengaruh pada fisik dan dia sering tidak kerja, selang kemudian pada tahun 1903 dia mulai kuliah perdananya di Amerika Serikat. Dalam kurun waktu enam tahun setengah dia kembali aktif dalam kehidupan akademik dibuktikan dengan karya-karyanya, pada tahun 1904 dan 1905 dia menerbitkan karya terkenalnya, The Protestant Ethic And The Spirit Of Capitalism. Dalm karya ini tentang  kesalehan ibunya yang diwarisinya dalam tingkat akademik. Ketika dia meninggal (14 juni 1920) dia tengah mengerjakan karya terpentingnya, Economy And Society, meskipun belum sempat selesai tapi buku ini sudah diterjemahkan kedalam banyak bahasa. Selain Weber banyak menerbitkan karya-karyanya dia juga membantu aktivis lain untuk mendirikan Masyarakat Sosiologi Jerman pada tahun 1910.  

Selasa, 04 Desember 2012

interaksi sosial

Interaksi Sosial
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk masyarakat, tidaklah lepas dari suatu interaksi sosial. Sedangkan pengertian dari interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang-perongan dengan kelompok manusia.
unsur-unsur  interaksi sosialantara lain:
a)      Kontak sosial
Kontak berasal dari bahasa latin con atau cum (yang artinya bersama-sama) dan tanngo (yang artinya menyentuh). Jadi, artinya secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah, karena orang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, seperti misalnya, dengan cara berbicara dengan pihak lain tersebut. Suatu kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka, seperti misalnya apabila orang-orang tersebut berjabat tangan, saling senyum dst. Sebaliknya, kontak yang sekunder memerlukan suatu pengantara. Misalnya, X berkata kepada Y bahwa Z mengagumi permainanya sebagai pemegang peranan utama salah satu sandiwara. X sama sekali tidak bertemu dengan Z, tetapi telah terjadi kontak antara mereka, karena masing-masing memberi tanggapan.
b)      Komunikasi Sosial
Komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah, atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan ileh orang tersebut. Komunikasi memungkinkan kerjasama antara orang-perorangan atau antara kelompok-kelompok manusia dan memang komunikasi merupakan salah satu syarat terjadinya kerjasama. Akan tetapi, tidak selalu komunikasi menghasilkan kerjasama bahkansuatu pertikaian mungkin akan terjadi sebagai akibat salah paham atau masing-masing tidak mau mengalah.

 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial:
Interaksi sosial terbagi menjadi dua bentuk, yaitu asosiatif dan disosiatif.
1.Proses Asosiatif
a)      Kerja Sama(Cooperation)
Menurut Charles H. Cooley kerja sama timbul apabila orang yang menyadari bahawa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama, dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerjasama yang berguna. Ada lima bentuk kerja sama, antara lain:
  • Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong-menolong,
  • Bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih,
  • Cooptation yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan,
  • Coalition yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama,
  • Joint Venture yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pembangunan hotel, dan lain-lain.
b)     Akomodasi (Accomodation)
Kata akomodasi yang menunjuk kepada suatu keadaan, berarti adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan, atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Akomodasi juga menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan. Bentuk-bentuk akomodasi antara lain:
  • koersiadalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan. koersimerupakan bentuk akomodasi, dimana salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan.
  • kompromiadalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
  • arbitrasimerupakan suatu cara untuk mencapai kompromiapabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
  • mediasihampir menyerupai arbitrasi. Pada mediasidiundanglah pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada.
  • konsiliasiadalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
  • Toleransi juga sering dinamakan tolerant-participation. Ini merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
  • Stalemate merupakan suatu akomodasi, dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.
  • Adjudikasi,yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
c)      Assimilation (asimilasi)
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorang atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
2.Proses Disosiatif
a)      Persaingan (competition)
Persaingan dapat diartikan sebagai suatu proses sosial, dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. 
b)     Kontravensi (contravention)
Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu proses sosial yang berbeda antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
c)      Konflik
Konflik merupakan kelanjutan dari kontravensi, dimana persaingan yang terjadi diantara kedua pihak sudah ditunjukkan dan menyebabkan pertikaian, serta kontak fisik. Konflik dapat dibedakan menjadi konflik antar individu, antar kelompok, dan konflik antara individu dengan kelompok. Sedangkan konflik dapat terjadi karena adanya perbedaan individu, perbedaan kepentingan, perubahan sosial, dan lain-lain.