Rabu, 09 Januari 2013
Sejarah dan Sosiologi (max weber)
Awalnya Weber adalah mahasiswa hukum dan karier awalnya didominasi oleh bidang sejarah. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya ia lebih mendekatkan diri kepada bidang sosiologi pada tahun 1909. pada tahun ini Weber menulis karya besarnya, yaitu ‘Economy and Society’. Disini, Weber cenderung tidak menekankan isu-isu metodologis. Weberpun tidak memerhatikan metodologi yang dipahami sebagai buku petunjuk tentang praktik yang tepat (dipaparkan oleh Lassman dan Velody).
Weber mengemukakan perbedaan antara sejarah dengan sosiologi. Menurutnya, sosilogi berusaha merumuskan konsep tipe dan keseragaman umum proses-proses empiris. Berbeda dnegan sejarah, yang berorientasi pada analisis kausal dan penjelasan atas tindakan, struktur dan kepribadian individu yang memiliki signifikansi cultural. Dalam karya-karyanya Weber mengombinasi keduanya. Dengan kata lain, kita dapat memandang Weber sebagai sosiolog historis. Pemikiran Weber tentang sosiologi dibangun oleh serangkaian debat intelektual. Perdebatan ini berlangsung antara kubu positivis yang memandang sejarah tersusun berdasarkan hukum-hukum umum(nomotetik) dengan kubu subjektivis yang menciutkan sejarah menjadi sekedar tindakan dan peristiwa idiosinkratis (idiografis).
Weber merupakan generasi pertama ilmuwan yang memiliki data yang dapat diandalkan tentang fenomena sejarah dari berbagai belahan dunia. Meskipun membawanya pada sejumlah pandangan penting, hal ini pun menciptakan masalah serius dalam memahami karyanya. Seringkali ia terlibat begitu mendalam pada detail histories sehingga alas an dasarnya dalam melakukan studi sejarah jadi tidak kelihatan.
Weber percaya bahwa sejarah terdiri dari bentangan fenomena spesifik yang tiada habisnya. Tugas sosiologi adalah mengembangkan konsep-konsep ini, yang digunakan sejarah dalam analisis kausal tentang fenomena histories spesifik. Weber berusaha mengombinasikan yang spesifik dan yang umum dalam upayanya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat kehidupan sosial yang begitu kompleks.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar