Rabu, 12 Desember 2012

Max Weber Teori Sosiologi Klasik



Konteks Sosial Dan Intelektual Pemikiran Max Weber
Max weber lahir di Erfurt, Jerman pada tanggal 21 april 1864, beliau lahir dari kalangan keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah seorang birokrat yang menduduki kursi politik yang relatif penting dan bisa dikatakan ayahnya juga adalah seorang penikmat duniawi, seorang yang gila akan kerja. Berlawanan sekali dengan ibu Weber, dia seorang calvinis yang sangat religius, yang berusaha untuk tidak banyak terlibat dalam kehidupan duniawi. Sungguh sangat berbeda sekali kedua orang tua Max Weber, sehingga perbedaan tajam ini berdampak besar pada orientasi intelektual dan perkembangan psikologis Max Weber. Sering kali dia mengalami pengaruh psikis yang negatif karena berkeinginan untuk mendamaikan kedua orang tuanya.
Pada umur 18 tahun Max Weber belajar di Universitas Heidelberg, dia awalnya malu-malu karena masalah derajat sosial, namun karena tertarik dengan gaya hidup ayahnya dia dengan cepat berubah dan bergabung dengan organisasi kepemudaan yang dulu pernah dijalani oleh ayahnya pada waktu muda.
Pada tahun 1884 Max Weber meninggalkan Heilderberg untuk balik ke Berlin menjalani wajib militer dan setelah sekitar delapan tahun dia kuliah di Universitas Berlin untuk mendapatkan gelar doktor, setelah dia lulus dia mendapatkan karir menjadi pengacara dan pengajar, yang berminat pada persoalan ekonomi, sejarah, dan sosiologi.
Pada tahun 1896 Max Weber menjadi Profesor ekonomi di Heilderberg namun ketika karirnya lagi berkembang pada tahun 1897 ayahnya meninggal sehingga selama enam atau tujuh tahunan Weber mengalami penurunan mental yang berpengaruh pada fisik dan dia sering tidak kerja, selang kemudian pada tahun 1903 dia mulai kuliah perdananya di Amerika Serikat. Dalam kurun waktu enam tahun setengah dia kembali aktif dalam kehidupan akademik dibuktikan dengan karya-karyanya, pada tahun 1904 dan 1905 dia menerbitkan karya terkenalnya, The Protestant Ethic And The Spirit Of Capitalism. Dalm karya ini tentang  kesalehan ibunya yang diwarisinya dalam tingkat akademik. Ketika dia meninggal (14 juni 1920) dia tengah mengerjakan karya terpentingnya, Economy And Society, meskipun belum sempat selesai tapi buku ini sudah diterjemahkan kedalam banyak bahasa. Selain Weber banyak menerbitkan karya-karyanya dia juga membantu aktivis lain untuk mendirikan Masyarakat Sosiologi Jerman pada tahun 1910.  

Selasa, 04 Desember 2012

interaksi sosial

Interaksi Sosial
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk masyarakat, tidaklah lepas dari suatu interaksi sosial. Sedangkan pengertian dari interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang-perongan dengan kelompok manusia.
unsur-unsur  interaksi sosialantara lain:
a)      Kontak sosial
Kontak berasal dari bahasa latin con atau cum (yang artinya bersama-sama) dan tanngo (yang artinya menyentuh). Jadi, artinya secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah, karena orang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, seperti misalnya, dengan cara berbicara dengan pihak lain tersebut. Suatu kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka, seperti misalnya apabila orang-orang tersebut berjabat tangan, saling senyum dst. Sebaliknya, kontak yang sekunder memerlukan suatu pengantara. Misalnya, X berkata kepada Y bahwa Z mengagumi permainanya sebagai pemegang peranan utama salah satu sandiwara. X sama sekali tidak bertemu dengan Z, tetapi telah terjadi kontak antara mereka, karena masing-masing memberi tanggapan.
b)      Komunikasi Sosial
Komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah, atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan ileh orang tersebut. Komunikasi memungkinkan kerjasama antara orang-perorangan atau antara kelompok-kelompok manusia dan memang komunikasi merupakan salah satu syarat terjadinya kerjasama. Akan tetapi, tidak selalu komunikasi menghasilkan kerjasama bahkansuatu pertikaian mungkin akan terjadi sebagai akibat salah paham atau masing-masing tidak mau mengalah.

 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial:
Interaksi sosial terbagi menjadi dua bentuk, yaitu asosiatif dan disosiatif.
1.Proses Asosiatif
a)      Kerja Sama(Cooperation)
Menurut Charles H. Cooley kerja sama timbul apabila orang yang menyadari bahawa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama, dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerjasama yang berguna. Ada lima bentuk kerja sama, antara lain:
  • Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong-menolong,
  • Bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih,
  • Cooptation yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan,
  • Coalition yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama,
  • Joint Venture yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pembangunan hotel, dan lain-lain.
b)     Akomodasi (Accomodation)
Kata akomodasi yang menunjuk kepada suatu keadaan, berarti adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan, atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Akomodasi juga menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan. Bentuk-bentuk akomodasi antara lain:
  • koersiadalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan. koersimerupakan bentuk akomodasi, dimana salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan.
  • kompromiadalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
  • arbitrasimerupakan suatu cara untuk mencapai kompromiapabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
  • mediasihampir menyerupai arbitrasi. Pada mediasidiundanglah pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada.
  • konsiliasiadalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
  • Toleransi juga sering dinamakan tolerant-participation. Ini merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
  • Stalemate merupakan suatu akomodasi, dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.
  • Adjudikasi,yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
c)      Assimilation (asimilasi)
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorang atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
2.Proses Disosiatif
a)      Persaingan (competition)
Persaingan dapat diartikan sebagai suatu proses sosial, dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. 
b)     Kontravensi (contravention)
Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu proses sosial yang berbeda antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
c)      Konflik
Konflik merupakan kelanjutan dari kontravensi, dimana persaingan yang terjadi diantara kedua pihak sudah ditunjukkan dan menyebabkan pertikaian, serta kontak fisik. Konflik dapat dibedakan menjadi konflik antar individu, antar kelompok, dan konflik antara individu dengan kelompok. Sedangkan konflik dapat terjadi karena adanya perbedaan individu, perbedaan kepentingan, perubahan sosial, dan lain-lain.